Sun Hope-Persagi Luncurkan Komputerisasi Gizi

Posted by: putri-talk  :  Category: Artikel Pangan


Sun Hope-Persagi Luncurkan Komputerisasi Gizi
Gizi.net – Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) DPD DKI Jakarta yang didukung Sun Hope — perusahaan produk food suplement yang dipasarkan melalui teknik multi-level marketing (MLM) melakukan komputerisasi program gizi. Program bantu yang berbasis komputer itu diharapkan dapat mempercepat kerja para ahli gizi di puskesmas, rumah sakit maupun di dinas kesehatan.

“Dengan bantuan program ini diharapkan penjelasan kepada pasien akan lebih menarik dan jelas,” kata Ketua Persagi DPD DKI Jakarta, Riza Adirza SKM dalam acara peluncuran software komputerisasi program gizi, di Jakarta, Jumat (30/9).

Riza menjelaskan, komputerisasi program gizi diperlukan seiring dengan kemajuan zaman dan berkembangnya ilmu gizi dalam beberapa tahun terakhir ini. Melalui program itu, seorang ahli gizi dapat dengan cepat melakukan analisis bahan makanan, membantu arahan diet untuk pasien dan pempercepat perangkuman data lapangan serta penyajiannya.

“Sehingga ketiga program tersebut sangat cocok untuk para ahli gizi yang bekerja di rumah sakit, puskesmas dan bidang lain yang memerlukan analisis bahan makanan terkini. Meski penentu keputusan akhir adalah ahli gizinya, bukan komputer yang hanya berfungsi sebagai alat bantu,” katanya.

Melalui komputerisasi gizi, Riza mengharapkan, penyajian data yang cepat dan akurat serta menarik perhatian bisa memberi kepuasan kepada pasien. Karena data yang dipaparkan begitu gamblang dan jelas dan sangat transparan.

“Jadi pasien bisa tahu dengan cepat bila konsumsi makanannya ditambah beberapa gram akan menghasilkan sejumlah kalori. Ahli gizi dan pasien bisa saling bereksperimen dalam menentukan model diet dan makanannya,” kata Riza Adirza.

Selain membuat program komputerisasi gizi, Persagi dan Sun Hope juga membuat nutri survei yang bisa dipergunakan sebagai gambaran status gizi di masyarakat karena merupakan hasil pengukuran status gizi yang diambil dari masyarakat. Datanya terangkum dengan lengkap dan tersaji secara menarik.

“Petugas gizi di puskesmas dan dinas kesehatan akan terbantu dengan adanya program nutri survei. Dari sini juga bisa dibuat program World-Food-2 yang diperlukan oleh semua ahli gizi di manapun guna mempercepat analisis suatu bahan makanan,” ujarnya.

Ditanya bagaimana cara penggunaannya, Riza mengatakan, program tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan komputer yang paling sederhana sekalipun. Namun, para operator harus diberi pelatihan terlebih dahulu. Dengan demikian, para operator tidak kesulitan dalam menjelaskan segala hal yang ada dalam program tersebut. “Boleh dibilang, melalui komputer gizi ini orang dengan mudah melihat status gizi dirinya,” katanya menandaskan.

Sementara Peter Chen, Presdir PT Sanindohop Jaya Pratama– distributor untuk produk suplement kesehatan Sun Hope– mengatakan, pihaknya sangat mendukung upaya yang dilakukan Persagi karena selaras dengan visi dan misi dari perusahaan yang fokus pada masalah kesehatan. “Sebagai perusahaan yang memasarkan produk-produk makanan kesehatan sangat lazim jika Sun Hope terus mengembangkan dinamika bisnisnya dan menjalin kerja sama dengan mitra,” katanya.

Sumber: http://www.suarakarya-online.com

Kompor Listrik Modern, Teknologi Informasi

Posted by: putri-talk  :  Category: Artikel Pangan

“Kompor ini adalah kompor modern”, kata si Sales. “Kompor ini berteknologi tinggi. Tanpa minyak tanpa gas dan sangat aman”, lanjut si Sales tadi sambil mendemokan memasak air dalam sekejap.

Memang, saya cukup terkesima dengan teknologi yang digunakan pada kompor tersebut. Hanya saja, diakhir pembicaraan sesuatu yang masih belum pas adalah harga. Ya, harga kompor tadi adalah 10juta rupiah.

Kompor sudah kita kenal sejak lama. Baik kompor yang sangat tradisional maupun modern ber-teknologi tinggi seperti yang telah dikenalkan sales diatas. Namun, pada dasarnya kompor adalah alat pengolah bahan makanan. Bahan makanan diolah menjadi makanan siap saji.

Cerita diatas dapat digunakan sebagai analogi pada teknologi informasi. Seperti yang sudah diceritakan pada posting sebelumnya, bahwa informasi dihasilkan dari data yang diolah. Sama halnya dengan makanan, pengolahan informasi membutuhkan alat bantu.

Alat bantu pengolah informasi juga bisa merupakan alat yang sangat sederhana sampai alat yang ber-teknologi tinggi. Teknologi yang mendukung proses pengolahan data menjadi informasi, biasa disebut dengan Teknologi Informasi.

Telah lahir begitu banyak teknologi informasi setiap harinya. Tujuannya, agar setiap pengguna bisa mendapatkan informasi yang berkualitas tinggi. Dengan begitu, para institusi selalu berusaha mencari teknologi yang cocok agar dapat digunakan untuk keperluan penggunanya.

Dari sekian banyak teknologi informasi yang ada, untuk memudahkan teknologi tersebut dikelompokkan menjadi 4 (empat), yaitu: Hardware, Software, Network dan Database.

  • Hardware (perangkat keras), adalah peralatan secara fisik yang mendukun pengolahan data menjadi informasi. Mudahnya, komputer, printer, handphone, tv adalah contoh hardware yang biasa kita temui.
  • Software (perangkat lunak), adalah program yang ditulis yang berisi perintah-perintah khusus yang kemudian dibaca oleh hardware sehingga hardware dapat bekerja sesuai dengan perintah yang diberikannya. Sistem Operasi Linux dan Windows adalah contoh software yang sering kita gunakan.
  • Network (jaringan), adalah peralatan yang memungkinkan sebuah hardware dapat terhubung dengan banyak hardware lainnya. Teknologi Internet, memungkinkan komputer kita dapat terhubung dengan jutaan komputer lainnya di dunia.
  • Database (basis data), adalah teknologi yang mendukung bagaimana data-data dapat disimpan. Dengan kemampuan teknologi terkini, database tidak hanya dapat menyimpan dalam bentuk text, tapi juga dalam bentuk lain seperti gambar, suara dan video. Tidak hanya itu, dengan teknologi database yang ada, pencarian data dapat dilakukan semakin cepat.

Source: http://blog.stie-mce.ac.id

5 tips makan sehat dari negara-negara tersehat di dunia

Posted by: putri-talk  :  Category: Uncategorized

Dalam buku-buku seperti “The French Diet: The Secrets of Why French Women Don’t Get Fat,” karangan Michel Montignac, serta sebuah penelitian yang masih berlanjut hingga kini, disebutkan kalau makanan yang sering dikonsumsi oleh bangsa Asia dan Mediterania memiliki banyak kandungan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh. 

Ingin tahu tips-tips makan seperti apa saja yang bisa kita “curi” dari negara-negara tersebut? 

Tips Sehat #1: Makan banyak gandum, sayur dan buah-buahan.
Dilakukan di negara: Cina dan Yunani

Di sebagian negara, daging hanyalah pelengkap saja. Menu makan Cina tradisional misalnya, hanya terdiri dari sayuran, buah serta gandum. “Seperti halnya dengan yang masyarakat Yunani yang menganggap bahwa sayuran dan legumes (sejenis kacang-kacangan) sebagai makanan utama, bukan pelengkap”, ujar Antonia Trichopoulou, M.D., Ph.D., professor di University of Athens Medical School dan direktur Pusat Nutrisi WHO.

Menurut penelitian, tiga porsi atau lebih gandum dan sayuran serta buah setiap hari dapat mengurangi resiko serangan stroke, jantung dan beberapa jenis penyakit kanker. 

Tips Sehat #2: Nikmati makan anda
Dilakukan di negara: Italia, Perancis, Spanyol, Yunani, Jepang

“Ritual” makan di negara-negara tersebut bisa berlangsung selama berjam-jam. Bahkan di Yunani mereka “makan dengan perlahan, dalam waktu yang teratur setap hari dan dilakukan pada tempat/lokasi yang nyaman,” kata Trichopoulou. 

Sementara itu bagi bangsa Perancis, Italia dan Spanyol, makan adalah saat berkumpul dengan keluarga dan teman. Ya, makan bisa mempererat hubungan. Saat makan dengan tenang dan bahagia, maka tubuh akan dapat memproses makanan dengan cepat. 

Tips Sehat #3: Perhatikan porsi anda
Dilakukan di negara: France, Japan

Indonesia memiliki banyak sekali makanan yang lezat dan sehat. Yang kita perlukan hanyalah memperhatikan jumlah makanan yang kita konsumsi. Rata-rata orang Perancis makan 25% lebih sedikit daripada orang Amerika, begitulah hasil dari penelitian yang dilakukan oleh University of Pennsylvania. Di Jepang lebih teratur lagi, makanan biasa disajikan dalam ukuran kecil-kecil dan dimakan dari mangkuk kecil, bukan piring yang lebar. Masyarakat Okinawa malah mempunyai kebiasaan yang disebut “hara hachi bu,” atau “8 dari 10”. Maksudnya, warga Okinawa akan berhenti makan apabila mereka merasakan perut mereka sudah terisi 80% sebelum benar-benar kenyang. 

Tips Sehat #4: Konsumsilah berbagai makanan segar
Dilakukan di negara: Italia, Perancis, Yunani, Jepang, dan Indonesia.

Setiap wisatawan asing yang berkunjung ke pasar tradisional atau supermarket di Indonesia pasti akan kagum melihat banyaknya pilihan makanan segar hasil bumi Indonesia. Orang Sunda terkenal akan kesukaan mereka terhadap Lalapan atau makanan mentah lain seperti Karedok. Masyarakat Batak di pesisir Danau Toba juga mengkonsumsi ikan segar tanpa dimasak, sama seperti orang Jepang dengan Sashimi-nya. 

Penelitian membuktikan kalau makanan segar menyediakan banyak serat, sedikit kalori, kolesterol baik, dan rendah garam serta gula. Itulah sebabnya tahun ini mulai mengglobal sebuah trend yang disebut Raw Food Revolution di negara-negara maju. 

Tips Sehat #5: Spice up your plate
Dilakukan di negara: India, China, Thailand, Indonesia

Kehadiran rempah-rempah dalam sebuah masakan dapat melipatgandakan kelezatannya. Selain melezatkan, rempah-rempah juga dikenal rendah kalori dan bebas lemak. Beberapa jenis rempah-rempah seperti bawang putih, thyme, rosemary, kayu manis, cengkeh dan kunyit juga memiliki khasiat untuk melawan berbagai penyakit dan menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

Sumber: http://www.sendokgarpu.com/tips/5-tips-makan-sehat-dari-negara-negara-tersehat-di-dunia/91/

Pengembangan pangan lokal memperkuat kedaulatan pangan

Posted by: putri-talk  :  Category: Uncategorized

Salah satu penyebab rentannya kedaulatan pangan Indonesia, adalah diabaikannya potensi pangan lokal yang dikembangkan masyarakat. Pemenuhan kebutuhan pangan yang berorientasi impor, seperti gandum dan bahkan beras, membuat ketergantungan. Padahal pangan lokal memiliki potensi besar untuk mengatasi masalah krisis pangan yang kerap terjadi di Indonesia. Pangan masih diidentikkan dengan beras, padahal pertanian padi sudah semakin sulit, baik karena konversi lahan maupun tekanan perubahan iklim ditambah lagi arah kebijakan pertanian pangan yang tidak jelas.

Indonesia memiliki pangan lokal yang beragam dan mulai dilupakan seiring kencangnya kampanye makan nasi oleh Orde Baru. Diantaranya sagu di Maluku, jagung di NTT, jenis umbi-umbian seperti ketela, ubi jalar, ganyong, gembili di berbagai wilayah Indonesia. Berbagai jenis tanaman itu tumbuh dan tersedia sepanjang tahun di berbagai keadaan lahan dan musim. Pangan lokal ditinggalkan karena masyarakat tidak mau dicap terbelakang dan miskin.

Padahal, secara turun-temurun masyarakat desa terbiasa memanfaatkan sumber-sumber pangan yang beragam itu sebagai basis pemenuhan kebutuhan pangan pokok sehari-hari maupun sebagai camilan. Keragaman pangan juga mengandung keragaman nutrisi, bahkan diantara tanaman pangan itu berkhasiat obat. Sistem pangan lokal inilah yang menjadi andalan untuk menjamin pemenuhan kebutuhan pangan dan mengatasi ancaman dari bahaya kelaparan atau krisis pangan.

Untuk mengatasi kelaparan yang dihadapi rakyat Indonesia saat ini, tidak dapat dilepaskan dari proses liberalisasi perdagangan dunia. Liberalisasi perdagangan telah memungkinkan sejumlah kecil perusahaan multi nasional dan negara-negara maju untuk memainkan peran yang dominan dalam menentukan arah dan kebijakan pangan global.

Sebagaimana negara-negara sedang berkembang lainnya, saat ini Indonesia telah terikat oleh kesepakatan pangan dan pertanian di tingkat internasional. Kondisi ekonomi dan politik dalam negeri yang ada menyebabkan posisi tawar Indonesia lemah terhadap pihak luar. Kuatnya tekanan dari luar dan lemahnya posisi tawar Indonesia menyebabkan Indonesia menerapkan kebijakan liberalisasi perdagangan pangan. Liberalisasi ini diwujudkan antara lain dalam pencabutan subsidi untuk petani, privatisasi BULOG dan penurunan tarif impor produk pangan.

Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) semakin berkuasa dalam mengatur tidak hanya sistem perdagangan, tetapi banyak aspek kehidupan manusia lainnya. Terkait dengan pangan, liberalisasi perdagangan mengubah fungsi pangan yang multidimensi menjadi sekadar komoditas perdagangan. Bahkan WTO mengartikan ketahanan pangan sebagai “ketersediaan pangan di pasar.” Konsep ini dalam praktiknya memaksa rakyat di negara-negara sedang berkembang untuk memenuhi pangan yang akan dipenuhi oleh negara-negara maju melalui mekanisme pasar bebas. Fakta tersebut menunjukkan bahwa pangan telah menjadi bagian dari skema besar liberalisasi perdagangan.

Selain masalah liberalisasi pangan, penyebab kurang pangan disebabkan antara lain karena penduduk tidak memiliki akses terhadap sumber-sumber produksi pangan seperti tanah, air, input pertanian, modal, dan teknologi. Di negara-negara sedang berkembang, penyebab utama rawan pangan adalah lemahnya akses terhadap tanah untuk memproduksi pangan.

Melihat itu semua, kebijakan pangan nasional yang diterapkan pemerintah Indonesia, tidak disusun secara komprehensif dalam suatu rencana besar, serta mengabaikan potensi dan kemampuan rakyat dalam mengelola sistem pangan mereka secara mandiri. Selain itu, tidak adanya perangkat hukum untuk melindungi hak-hak rakyat atas lahan pertanian, serta atas pangan yang dikonsumsinya. Hal tersebut semakin memperlemah upaya untuk mengembangkan sistem pangan yang berkelanjutan.

Seharusnya, pemerintah Indonesia tidak mendatangkan produk pangan dari luar untuk membuat perut kenyang. Sebaliknya, pemerintah harus mengembangkan pangan lokal untuk memperkuat kedaulatan pangan bangsa Indonesia.

Sumber: http://www.spi.or.id/

Hello world!

Posted by: putri-talk  :  Category: Uncategorized

Welcome to Blog-nya Unsoed. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!